![]() |
HARSEM/SUKMAWIJAYA Direktur Utama PD BKK Dempet Moh Safi’i menyerahkan cinderamata kepada Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Masruhan Samsuri, ketika meninjau BKK Dempet Cabang Karanganyar |
DEMAK-PD BKK Dempet
dinyatakan terbaik di tingkat Jawa Tengah. Dari prestasi tersebut
Komisi C DPRD Jateng mengusulkan ada penambahan modal, sehingga BKK
Dempet dapat lebih berkembang.
“BKK
Dempet merupakan BKK terbaik di Jateng, dibanding BKK daerah lain,
angka kredit macet rendah, ada peningkatan pendapatan, aset meningkat,
dan biaya operasional bisa ditekan,” ungkap Ketua Komisi C DPRD Jateng
Masruhan Samsuri, Kamis (1/8).
Tahun 2012, BKK Dempet berhasil menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) propinsi Jateng mencapai 22 persen selebihnya masuk di PAD Demak. Berhubung kinerjanya bagus, pihaknya akan mengusulkan ada penambahan modal sampai 35-40 persen dari modal sebelumnya. Diharapkan juga ada kenaikan pada penambahan modal dari daerah.
Tahun 2012, BKK Dempet berhasil menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) propinsi Jateng mencapai 22 persen selebihnya masuk di PAD Demak. Berhubung kinerjanya bagus, pihaknya akan mengusulkan ada penambahan modal sampai 35-40 persen dari modal sebelumnya. Diharapkan juga ada kenaikan pada penambahan modal dari daerah.
Selama
ini modal dari provinsi senilai Rp 1,6 miliar, sedangkan Kabupaten
Demak Rp 5,6 miliar. Bila propinsi bisa menambah modal Rp 1 miliar
diharapkan ada eskalasi penambahan modal dari daerah.
Sementara,
Direktur Utama PD BKK Dempet Moh Safii merasa tersanjung menerima
kepercayaan kembali memimpin. Dengan semakin dipercayanya, BKK Dempet
akan meningkatkan marketing yang ada.
Sebenarnya jumlah aset BKK Dempet sangat sedikit dibandingkan BPR lainnya, namun pihaknya berupaya aset ini menjadi lebih berkualitas dan produktif. Selama ini unggulan BKK pada kredit UMKM, terbukti dari alokasi dana sebesar Rp 2,5 miliar bisa dilakukan semi kredit menjadi Rp 4 miliar.
Sebenarnya jumlah aset BKK Dempet sangat sedikit dibandingkan BPR lainnya, namun pihaknya berupaya aset ini menjadi lebih berkualitas dan produktif. Selama ini unggulan BKK pada kredit UMKM, terbukti dari alokasi dana sebesar Rp 2,5 miliar bisa dilakukan semi kredit menjadi Rp 4 miliar.
“Non
Performing Loan (NPL) dari kredit UMKM hanya 2,29, sangat luar biasa
jauh dari kemacetan,” kata Safii. Menurutnya, program kredit UMKM
merupakan program dari bupati, namun sangat produktif, hingga BKK Dempet
mampu membina UMKM sampai 630 pengusaha. (swi/hst)
No comments:
Post a Comment
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di kolom komentar yang telah tersedia!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga Warga Demak makin maju dan sukses selalu. amin.